...

LSP UNISBA dan LSP BAZNAS Bahas Kolaborasi Pengembangan Sertifikasi Kompetensi Zakat

Jakarta, 12 Mei 2026, Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Islam Bandung (LSP UNISBA) melaksanakan audiensi dan silaturahmi kelembagaan dengan LSP BAZNAS di BAZNAS Institute, Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun peluang kolaborasi strategis pengembangan sertifikasi kompetensi di bidang pengelolaan zakat.
 

Audiensi dari pihak LSP UNISBA dipimpin langsung oleh Dr. Ani Yuningsih, Dra., M.Si. selaku Kepala LSP UNISBA, didampingi oleh Dr. Nurul Chotidjah, S.H., M.H. selaku Kepala Seksi Keuangan dan Administrasi Ujikom. Turut hadir jajaran staf LSP UNISBA, yaitu Annisa dari bidang Skema dan Sertifikasi, Thirafi dari bidang Administrasi dan Sekretariat, serta Putri dari bidang Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Sementara itu, dari pihak LSP BAZNAS, audiensi diterima langsung oleh Dr. H. Muhammad Choirin, Lc., M.A. selaku Kepala LSP BAZNAS beserta jajaran pengurus.
 

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas berbagai peluang kerja sama, khususnya dalam penguatan kompetensi mahasiswa sebagai bagian dari talent pool amil zakat masa depan. Mahasiswa dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber daya unggul dalam ekosistem perzakatan nasional. Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata untuk mempersiapkan kompetensi, profesionalisme, serta pemahaman tata kelola zakat yang sesuai dengan standar industri dan kebutuhan lembaga pengelola zakat saat ini.
 

Salah satu upaya yang menjadi perhatian bersama adalah penguatan sertifikasi kompetensi bidang pengelolaan zakat sebagai instrumen penting dalam memastikan kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja secara profesional dan terstandarisasi.
 

Audiensi ini juga menjadi momentum penting dalam membuka ruang sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga sertifikasi profesi dalam mencetak amil zakat yang kompeten, adaptif, dan berintegritas. Melalui kolaborasi antara LSP UNISBA dan LSP BAZNAS, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh bekal akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri zakat nasional.
 

Ke depan, sinergi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengembangan SDM zakat yang berkelanjutan serta mendorong lahirnya generasi amil profesional yang siap menjawab tantangan pengelolaan zakat di era modern.

Berita Terkait